Bercengkrama Dengan Penghuni Asli Goa Monyet, Kupang

wisata kupang

Pulau Timor familiar dengan sebutan pulau karang. Kita bisa dengan mudahmengejar batu-batu karang di sudut manapun di pulau ini. Di pinggir jalan, di halaman rumah, di perbukitan, ataupun di pantai. Bahkan goa-goa yang ada di pulau ini pun terbentuk dari batu karang. Salah satu goa dengan struktur batu karang yang sangat dekat dengan kota Kupang ialah Goa Monyet yang dijadikan lokasi wisata di Kota Kupang. Sebenarnya terdapat dua goa monyet di Kupang, yang kesatu di dalam kota dekat hotel Sasando, dan yang kedua di dekat pelabuhan Tenau. Goa monyet yang gue ceritakan disini ialah yang gue sebutkan kedua.

 

DikutipĀ https://betwin188.org/ Goa monyet adalah salah satu lokasi wisata yang terjangkau di dekat kota Kupang. Lokasinya terdapat di wilayah Tenau sebelum pelabuhan Tenau. Enggak terlampau jauh dari Kota Kasih (Kupang), kira-kira perjalanan memakan masa-masa 20 menit dari pusat Kota Kupang. Sesuai dengan namanya, goa ini diisi dengan gerombolan monyet. Sebetulnya bukan goa nya yangdiisi para monyet, namun areal hutan selama goa. Gue sejumlah kali kesini bersama teman-teman kantor.

 

Monyet-monyet di sini dapat dikatakan lumayan jinak. Saat anda datang ke sini, seringkali mereka hadir ke arah kita. Enggak perlu cemas bila monyet-monyet ini mengunjungi kita. Monyet-monyet disini enggak seganas monyet-monyet di Monkey Forest, Bali, yang agresif dan berani menculik barang dari kita. Mereka hanya bercita-cita kita memberi mereka makanan. Kalau dikasih mereka senang, bila enggak dikasih juga mereka melulu terdiam. Yap,, telah jadi kelaziman pengunjung guna memberi santap monyet-monyet itu. Petugas yang berjaga di areal goa pun telah menyiapkan snack kacang untuk dipasarkan kepada pengunjung yang hendak memberisantap monyet-monyet. Gue tidak jarang kali memberi mereka makanan tiap kali datang kesini.

 

Pernah masa-masa gue datang, tiba-tiba monyet-monyet yang terdapat di sana berlarian dan menghilang dari areal goa. Gue yang heran bertanyauntuk petugas yang jaga berhubungan hal itu. Bapak petugas menyatakan bahwa ini sudah menginjak jam-jam peralihan kawanan monyet. Jadi di sini ada sejumlah kelompok monyet yang setiap mempunyai jam operasionalguna mencari santap di areal goa. Ketika mendarat giliran ganti shift, kesatu bakal datang seekor monyet duta dari kumpulan sebelah guna memberi tahu ke kumpulan sebelumnya bahwa masa-masa ganti shift telah dimulai. Maka kumpulan sebelumnya bakal berlarian dan menghilang ke hutan, dan sejumlah menit kemudian, kumpulan monyet yang baru bakal berdatangan. Waaah,, monyet-monyet ini suka berbagi dengan monyet beda ternyata, enggak ada perselisihan berebut lahan parkir hahaha..

Di samping monyet-monyet tersebut, pesona disini ialah areal hutan yang rindang, asri, dan sejuk. Cocok lah untuk sebatas merefresh benak di kala weekend datang. Disini ada sejumlah bale-bale guna beristirahat. Namun ketika gue datang kesana, kondisinya kotor dan sejumlah dikuasai anak buah Sun Go Kong. Goa nya sendiri tidak boleh dibayangin kaya goa-goa yang luas kaya contohnya goa di Pangandaran. Goanya kecil dan anda hanya dapat masuk sejumlah meter saja. Karena semakin dalam semakin gelap, mengecil, dan kelihatannya buntu. Selain tersebut juga terdapattidak sedikit kelelawar yang bersarang di sana. Di samping goa, areal hutan, dan monyet-monyetnya, sebenarnya di dekat goa monyet masih adalokasi yang menarik. Tepat di depan goa monyet terdapat pantai kosambi dimana tempat ini sering dipakai oleh orang-orang guna mandi laut atau snorkeling. Gue pernah satu kali snorkeling disini bersama temen-temen yang gue kenal dari BackpackerIndonesia. Ada Tinae, Kak Inda, Anggra, dan Boy.

 

Di samping pantai, sebelum hingga di goa monyet, di sebelah kiri jalan ada pemandangan hamparan rumput di perbukitan yang diselingi dengansejumlah pohon dan batuan karang. Rumput-rumput di sini bakal berwarna hijau ketika musim penghujan dan berwarna coklat ketika kemarau. Persislaksana di Sumba Timur. Sedangkan di sebelah kanan ada pantai yangdiisi dengan pohon-pohon lontar yang menjulang tinggi, dan terlihat pulau Semau di seberang lautan. Tapi sayang, areal tersebut kini sedang dibangun kompleks mewah.. Sayang gue gak sempat mengabadikan rerumputan yang hijau dan jajaran pohon lontar ini..

Bila terdapat kesempatan berangjangsana ke Kupang, tidak boleh lewatkanlokasi wisata ini. Jangan lupa pun untuk sebatas berbagi tidak banyak rejeki bikin Bapak penjaga goa monyet ini. Semoga ketika gue pulang ke Kupang, goa ini belum berganti menjadi kompleks baru, dan semoga gerombolan monyet semakin banyak..

 


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *